SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) adalah metode pemeriksaan payudara yang dilakukan secara mandiri oleh wanita setiap bulan untuk mendeteksi dini perubahan atau kelainan seperti benjolan, perubahan bentuk, atau keluarnya cairan yang bisa menjadi tanda awal kanker payudara, sehingga meningkatkan peluang kesembuhan. Pemeriksaan ini meliputi tahap melihat (cermin) dan meraba (palpasi) area payudara dan ketiak, serta dianjurkan dilakukan pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah menstruasi pertama atau pada tanggal yang sama setiap bulan bagi yang menopause.
Tujuan SADARI
- Mengenali kondisi normal payudara sendiri agar perubahan abnormal lebih mudah terdeteksi.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara, yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Langkah-langkah Melakukan SADARI
- Melihat (di depan cermin):
- Lepas pakaian atas dan berdiri di depan cermin.
- Angkat tangan ke atas, lalu turunkan, amati adanya perubahan bentuk, ukuran, warna kulit (kemerahan, lekukan), atau puting yang tertarik.
- Tekan pinggang, amati perubahan pada kulit dan bentuk payudara.
- Meraba (saat mandi atau berbaring):
- Gunakan tiga jari (telunjuk, tengah, manis) dengan gerakan memutar, naik-turun, atau searah jarum jam.
- Raba seluruh area payudara hingga ketiak, tekan lembut puting untuk melihat ada tidaknya cairan yang keluar.
- Langkah Selanjutnya: Jika ditemukan benjolan atau kelainan, segera lakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) di fasilitas kesehatan terdekat.
Kapan Melakukannya?
- Wanita haid: 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi.
- Wanita menopause: Tanggal yang sama setiap bulan.
Dengan rutin melakukan SADARI, wanita dapat segera mengetahui jika ada masalah dan mencari penanganan lebih lanjut, mencegah kanker payudara berkembang menjadi stadium lanjut.





