
Lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memiliki beragam pepohonan yang tumbuh dan menghasilkan buah, termasuk pohon mangga dan sukun. Ketika musim buah tiba, keberadaan buah-buahan tersebut menjadi pemandangan yang menarik di lingkungan kampus. Bahkan, muncul tren mahasiswa memanjat pohon untuk mengambil buah mangga yang sedang berbuah.
Di sisi lain, buah sukun yang jatuh dari pohon juga banyak ditemukan di sejumlah area kampus. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena buah yang jatuh dari ketinggian maupun aktivitas memanjat pohon tanpa pengamanan dapat menimbulkan risiko cedera dan membahayakan keselamatan.
Lantas, apa saja hal yang perlu diperhatikan agar aktivitas di lingkungan kampus tetap aman dan nyaman?
Hobi Memetik Buah, Waspadai Risiko Memanjat Pohon
Mengambil buah mangga yang matang mungkin terlihat menyenangkan. Namun, memanjat pohon tanpa keterampilan dan perlengkapan keselamatan yang memadai dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.
Beberapa bahaya yang perlu diwaspadai antara lain:
- Terjatuh dari pohon. Dahan yang rapuh, licin, atau tidak mampu menopang berat badan dapat patah dan menyebabkan seseorang terjatuh.
- Cedera tulang dan sendi. Jatuh dari ketinggian dapat menyebabkan keseleo, patah tulang, cedera kepala, hingga cedera tulang belakang.
- Tergores atau tertusuk. Ranting, dahan, atau bagian pohon yang tajam dapat menyebabkan luka pada kulit.
- Tertimpa buah atau ranting. Buah yang dipetik atau dahan yang patah dapat mengenai orang yang berada di bawah pohon.
- Risiko dari lingkungan sekitar. Memanjat pohon di dekat jalan, bangunan, atau kabel listrik dapat meningkatkan potensi kecelakaan.
Cedera akibat jatuh tidak selalu langsung terlihat. Benturan kepala atau tubuh dapat menimbulkan masalah serius meskipun pada awalnya seseorang merasa baik-baik saja.
Oleh karena itu, mahasiswa diimbau untuk tidak memanjat pohon demi mengambil buah, terutama tanpa pengamanan dan pengawasan yang sesuai. Jika ingin mengambil buah yang berada di tempat tinggi, mintalah bantuan petugas pengelola lingkungan kampus yang memiliki prosedur dan peralatan yang tepat.
Buah Sukun Jatuh, Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan
Selain mangga, buah sukun yang berjatuhan juga perlu menjadi perhatian di lingkungan UPI. Ukuran dan berat buah sukun dapat menimbulkan risiko apabila buah jatuh dari ketinggian dan mengenai seseorang yang sedang berjalan atau beraktivitas di bawah pohon.
Risiko keselamatan tidak hanya berasal dari buah yang jatuh langsung dari pohon. Buah sukun yang berserakan di jalur pejalan kaki juga dapat menjadi penghalang dan meningkatkan risiko tersandung. Apabila buah pecah dan permukaan jalan menjadi licin, risiko terpeleset pun perlu diwaspadai.
Untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, sivitas akademika dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Hindari berdiam terlalu lama di bawah pohon yang sedang berbuah, terutama apabila terlihat ada buah matang atau dahan yang rapuh.
- Perhatikan kondisi sekitar saat berjalan, khususnya di area yang terdapat banyak buah jatuh.
- Jangan berdiri di bawah pohon ketika buah sedang dipetik atau ketika petugas melakukan pemangkasan dahan.
- Laporkan buah yang berjatuhan dalam jumlah banyak kepada petugas kebersihan atau pengelola fasilitas kampus agar dapat segera ditangani.
- Jangan mengambil buah dengan memanjat pohon atau melempar benda ke arah dahan, karena tindakan tersebut dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Keselamatan di lingkungan kampus membutuhkan perhatian bersama, baik dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengunjung, maupun petugas pengelola lingkungan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjatuh atau Tertimpa Buah?
Apabila terjadi kecelakaan akibat jatuh dari pohon atau tertimpa buah, jangan menganggap remeh cedera yang dialami.
Berikut langkah awal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan lokasi aman. Jauhkan diri dari bahaya lanjutan, seperti buah yang masih berjatuhan atau dahan yang berpotensi patah.
- Jangan terburu-buru memindahkan korban. Jika korban jatuh dari ketinggian dan dicurigai mengalami cedera kepala, leher, atau tulang belakang, hindari menggerakkan tubuhnya kecuali terdapat bahaya langsung di lokasi.
- Segera minta bantuan medis. Hubungi petugas pertolongan pertama atau layanan darurat apabila terjadi benturan keras, perdarahan berat, penurunan kesadaran, atau cedera serius.
- Waspadai tanda bahaya. Nyeri kepala berat, muntah berulang, kebingungan, sesak napas, kelemahan anggota tubuh, atau kesulitan berjalan setelah kecelakaan memerlukan pemeriksaan medis segera.
Jika seseorang tidak sadarkan diri setelah mengalami benturan, jangan memberikan makanan atau minuman. Utamakan bantuan medis dan ikuti arahan petugas terlatih.




