Bandung — Dinas Kesehatan Kota Bandung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 17598-Dinkes/2026 tanggal 17 September 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Influenza-like Illness (ILI) di Kota Bandung. Langkah ini dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus penyakit pernapasan pada minggu ke-35 dan ke-36 tahun 2026 berdasarkan pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Meskipun peningkatan tersebut belum memenuhi kriteria sinyal kewaspadaan berdasarkan ambang batas yang ditetapkan, kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan penularan penyakit pernapasan.
Mengenal ISPA dan Gejala Mirip Influenza
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan keluhan seperti batuk, pilek, dan demam. Sementara itu, Influenza-like Illness (ILI) merupakan istilah untuk kondisi dengan gejala yang menyerupai influenza.
Gejala infeksi pernapasan perlu diperhatikan, terutama apabila keluhan semakin berat atau disertai tanda bahaya. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila diperlukan.
Langkah Pencegahan ISPA dan ILI
Untuk mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan, masyarakat dapat menerapkan beberapa langkah berikut.
1. Gunakan masker saat mengalami gejala pernapasan
Apabila mengalami batuk, pilek, demam, atau gejala infeksi saluran pernapasan lainnya, gunakan masker, terutama saat berada di tempat ramai atau fasilitas pelayanan kesehatan.
2. Terapkan etika batuk dan bersin
Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk dan bersin. Setelahnya, segera cuci tangan untuk membantu mengurangi penyebaran kuman.
3. Jaga kebersihan tangan
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Apabila fasilitas tersebut tidak tersedia, gunakan pembersih tangan sesuai kebutuhan.
4. Pastikan sirkulasi udara yang baik
Jaga ventilasi dan sirkulasi udara di rumah, sekolah, tempat kerja, serta ruang berkumpul agar pertukaran udara berlangsung dengan baik.
5. Beristirahat ketika sakit
Jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, beristirahatlah di rumah dan kurangi kontak dekat dengan orang lain hingga kondisi membaik.
6. Ikuti anjuran imunisasi
Masyarakat diimbau mengikuti anjuran imunisasi sesuai program dan rekomendasi tenaga kesehatan.
7. Pastikan informasi kesehatan berasal dari sumber tepercaya
Tetap tenang dan waspada. Hindari menyebarluaskan informasi kesehatan yang belum terverifikasi dan gunakan informasi dari sumber resmi, seperti Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kenali Tanda Bahaya dan Segera Cari Pertolongan Medis
Masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala infeksi pernapasan memburuk atau muncul tanda bahaya, antara lain:
- Sesak napas atau napas sangat cepat.
- Tarikan dinding dada ke dalam saat menarik napas.
- Bibir, lidah, atau ujung kuku membiru.
- Demam di atas 38°C yang berlangsung lebih dari tiga hari.
- Penurunan kesadaran, seperti terus mengantuk, sulit dibangunkan, atau pingsan.
- Pada anak, tidak mau menyusu atau tidak mau makan dan minum sehingga berisiko mengalami dehidrasi.
Jangan menunda mencari pertolongan medis apabila tanda-tanda tersebut muncul. Penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.
Peran Fasilitas Kesehatan dalam Meningkatkan Kewaspadaan
Peningkatan kewaspadaan terhadap ISPA dan ILI membutuhkan peran serta masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Sesuai arahan Dinas Kesehatan Kota Bandung, rumah sakit, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala infeksi pernapasan, menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, serta melaksanakan pencatatan dan pelaporan secara lengkap dan tepat waktu.
UPT Layanan Kesehatan Klinik Pratama UPI turut mendukung upaya peningkatan kesadaran kesehatan melalui edukasi kepada sivitas akademika dan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Tetap Waspada, Terapkan Perilaku Hidup Sehat
Peningkatan kewaspadaan terhadap ISPA dan ILI merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Dengan menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat bergejala, memastikan sirkulasi udara yang baik, dan beristirahat ketika sakit, risiko penularan penyakit pernapasan dapat dikurangi.
Mari bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan. Tetap tenang, jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, dan segera kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang memburuk.
UPT Layanan Kesehatan Klinik Pratama UPI — Peduli Kesehatan, Dukung Kampus Sehat.




