Dalam rangka mengisi kegiatan ibadah di bulan suci Ramadan, telah dilaksanakan kegiatan pengajian yang diikuti oleh civitas akademika. Kegiatan ini diisi oleh perwakilan dari Sekolah Pascasarjana, UPT Layanan Kesehatan, serta SD, SMP, dan SMA Labschool.
Acara dibuka oleh Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan. Al-Qur’an menjadi penenang hati, penyejuk jiwa, sekaligus pedoman hidup bagi umat manusia. Beliau juga menekankan bahwa salah satu cara untuk memperoleh hidayah dari Allah SWT adalah dengan menghadiri majelis taklim atau majelis ilmu.
Materi pengajian kemudian disampaikan oleh Dr. H. Mulyana Abdullah, M.Pd.I. yang membahas tentang makna Surat Al-Qadr. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa saat ini umat Islam telah memasuki fase ketiga atau sepuluh hari terakhir Ramadan, yaitu fase yang penuh dengan keutamaan karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadr. Malam tersebut merupakan malam yang sangat istimewa dan dirahasiakan waktunya oleh Allah SWT. Pada malam itulah Al-Qur’an diturunkan dan para malaikat turun ke bumi dengan izin Allah membawa berbagai keberkahan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kata “Al-Qadr” memiliki tiga makna. Pertama, makna yang sesuai dengan arti dalam surat Al-Qadr. Kedua, makna “sempit”, yang menggambarkan bumi menjadi penuh karena turunnya para malaikat yang membawa rahmat dan pahala. Ketiga, makna penetapan atau pengaturan, yaitu Allah SWT yang menetapkan dan mengatur segala sesuatu di alam semesta, seperti menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Hal ini juga dijelaskan dalam Surat Ad-Dukhan ayat 4 yang menerangkan bahwa pada malam tersebut ditetapkan segala urusan yang penuh hikmah.
Pada malam Lailatul Qadr, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, salah satunya dengan membaca doa:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Beberapa tanda yang dapat dirasakan ketika seseorang mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadr di antaranya hati terasa sangat tenang dan khusyuk, muncul dorongan kuat untuk beribadah, dosa-dosa diampuni oleh Allah SWT, serta semakin banyak berdoa dengan penuh kekhusyukan.
Selain itu, disampaikan pula mengenai itikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT. Itikaf merupakan amalan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Artinya, apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala, dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa, namun sangat dianjurkan sebagai bentuk meneladani Rasulullah SAW.
Melalui kegiatan pengajian ini diharapkan seluruh peserta dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan, memanfaatkan sepuluh malam terakhir dengan sebaik-baiknya, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.




